Seorang Anak Dalam Keseunyian

0
161

Suatu hari dalam dunia sunyi yang ramai akan sepi dan bisingnya kekosongan.

Duduk termenung seorang anak pada sudut ruang tanpa sekat

yang beratapkan langit dan beralaskan tanah.

Kedinginan, diselimuti oleh udara dingin dengan tenunan kain gelap malam.

Dalam diam dan bungkam, binar matanya berkaca laksana embun pagi

yang ragu-ragu menetes dari ujung daun kelor di pinggir jalan.

Sedikitpun sang anak tak bergeming, hanya sedikit

kedipan dalam hitungan sepersekian detik dengan jeda waktu panjang.

Baginya dunia hanyalah lamunan, harapan adalah semangat

yang kemudian mengkristal menjadi keyakinan,

hingga menumpuk dalam ruang bernama hati dan dipersiapkan untuk suatu saat

dibenturkan dengan kerasnya akal yang membatu.

Ia sadar, perdebatan jiwa adalah keniscayaan.

Perseteruan hati dan fikiran menjadi tontonan wajib dalam setiap alur garis kehidupan.

Namun ia percaya bahwa tak ada yang salah dari keduanya.

Yaa.. memang disadari keduanya adalah keegoisan,

hanya saja satu sisi lebih melankoli dan satu sisi tegar dan percaya diri.

Fikry  Haikal. Cirebon, 2019

 

Ilustrasi : ytimg.com