PII: SEKOLAH ALTERNATIF PENTING BAGI ANAK KORBAN BENCANA

0
162

SUAKATA.COM, Sulawesi Tengah – Bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah telah menggerakkan berbagai pihak untuk ikut serta membantu korban. Kebanyakan bantuan itu berupa pemberian sembako, perlengkapan tidur, relawan evakuasi korban, infrastruktur seperti listrik, toilet darurat dan sebagainya. Semua itu didahulukan mengingat situasi di lapangan yang sempat tidak kondusif akibat keterbatasan makanan, minuman, dan fasilitas umum.

Beda halnya dengan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) yang berkantor pusat di Jalan Menteng Raya No. 58 Jakarta Pusat. Koordinator Posko Nasional Bantuan Bencana PB PII, Hadi Miftahul Falah menuturkan kepada redaksi Suakata bahwa gerakan bantuan PII fokus pada trauma healing dan sekolah darurat/alternatif bagi anak-anak.

“Untuk sekarang ini kami fokus dahulu psikososial, meskipun begitu tetap menerima bantuan berupa barang yang disalurkan melalui posko pusat di Menteng atau di Makassar,” kata Hadi.

Bagi PII, kata Hadi, mengembalikan keceriaan dan menumbuhkan semangat anak-anak termasuk penting untuk segera dilakukan. Mereka telah mengirimkan relawan trauma healing dari kalangan pemuda dan mahasiswa yang tergabung di PII juga relawan lokal dari lokasi bencana.

“Diawal kami mengirimkan satu orang pada tanggal 29 Oktober dengan menggunakan pesawat Hercules. Lalu pada hari Minggu (7/10) mengirimkan relawan sebanyak 12 orang dari Makassar, Insya Allah pada hari Senin (15/10) akan mengirmkan lagi 15 orang relawan PII”, lanjut Hadi.

Anton, relawan pertama PB PII yang dikirim ke Palu/ FOTO: Dokumentasi pribadi

Pendanaan operasional posko sekolah alternatif dan pemberangkatan relawan sendiri PB PII mengandalkan kas organisasi dan swadaya kader-kadernya serta lewat penggalangan dana yang dilakukan oleh kepengurusan di tingkat provinsi dan kota/kabupaten.

Untuk posko sekolah darurat PB PII sendiri berada di Jl. Prof. Moh. Yamin nomor 38B, sebelah kiri dari arah sigma, depan kantor konservasi budaya alam Kota Palu.

Aktivitas di posko sekolah darurat PB PII di Palu/FOTO: Dokumentasi Pribadi

Ketua Umum PB PII, Husin Tasrik mengatakan sekolah alternatif yang dibentuk di lokasi bencana merupakan bagian perhatian PII terhadap pentingnya keberlangsungan proses pendidikan bagi pelajar.

“Meskipun sekolahnya roboh, pelajar disana harus tetap bisa belajar sampai sekolahnya dibangun kembali”, katanya kepada Suakata.com.

Husin mengatakan bahwa setiap anak berhak mendapatkan fasilitas pendidikan serta kehidupan yang layak dan menyenangkan. Ia juga mengajak masyarakat untuk  mendoakan kelancaran penanganan bencana dan menyalurkan donasi terbaik melalui https://kitabisa.com/PelajarPeduliBencana atau bisa langsung ke rekening Mandiri 1230004512804 a.n Bendahara PB. Konfirmasi dan info lainnya bisa langsung menghubungi nomor 085722935607 (Hadi).