Jangan Jadi Golongan Ke-3

0
96

Suatu waktu malaikat diperintah Allah SWT untuk menjumpai iblis dan menyampaikan perintahNya. Malaikat berkata pada Iblis, “Wahai Iblis, Allah Yang Maha Mulia dan Maha Benar memberi perintah agar engkau menghadap Rasulullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu, engkau jawab dengan jujur apapun yang ditanya Rasulullah. Jika engkau berdusta walau hanya satu kata, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta, disiksa dengan azab yang amat keras!”

Mendengar ucapan malaikat, Iblis sangat ketakutan. Lalu ia segera menghadap Nabi Muhammad SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang matanya buta sebelah, berjanggut putih sepuluh helai yang panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis lalu memberi salam, namun sampai tiga kali tidak juga dijawab oleh Nabi.

“Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menjawab salamku, bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?”

Rasul menjawab, “hai seteru Allah, kenapa engkau menunjukkan kebaikanmu, janganlah engkau mencoba menipuku, sebagaimana kau tipu Nabi Adam A.S. sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah, hanya saja aku diharamkan Allah membalas salammu.”

“Ya Rasulullah, janganlah engkau marah. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu tipu dayaku terhadap umatmu,” Kata iblis kepada Rasul.

Mendengar itu, lalu Rasulullah mengajukan beberapa pertanyaan kepada iblis. Rasul berkata,

“Jika umatku berpuasa karena Allah SWT, bagaimana keadaanmu?”

Seketika tubuh iblis ketakutan setelah diberi pertanyaan oleh Rasul, lalu ia menjawab, “Ya Rasulullah, inilah bencana yang paling besar bahayanya untukku. “Apa Maksudmu?” tanya Rasulullah.

“Apabila masuk bulan ramadhan, maka memancarlah cahaya Arsy. Bagi orang yang berpuasa, Allah SWT akan mengampuni segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar, serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa,” jawa iblis.

“Lantas apa yang kau resahkan?” tanya Rasul.

“Yang menghancurkan hatiku adalah malaikat dan seisi alam yang siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa,” jawab iblis lagi.

Rasulullah bertanya lagi, “Jika memang demikian, apa yang akan engkau lakukan kepada umatku?”

“Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama adalah ulama yang memberi nasehat kepada manusia. Yang kedua, umatmu yang sabar, syukur, dan ridha dengan karunia Allah SWT,” ujar iblis.

“Lalu siapakah yang ketiga dari umatku itu?” tanya Rasulullah.

“Yang ketiga, dari umatmu yang seperti Fir’aun. Terlampau sombong dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersuka cita, Kemudian masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke mana saja sesuai kehendakku. Aku membuat dia senang kepada dunia, umatmu yang ketiga itu akan melupakan ibadah, tidak mmengeluarkan zakat,” kata Iblis.

“Laku apa siasatmu dalam mengganggu golongan umatku yang ketiga itu?” tanya Rasulullah.

“Aku menggodanya agar kaya dulu, setelah kaya ia akan sombong dan lupa beramal. Jika demikian, umatmu itu akan saling berebut harta, saling benci dan menghina kepada yang miskin. Jika demikian, tinggal menunggu kehancurannya,” jelas iblis.

Penulis                    : Redaksi Suakata

Editor                      : Redaksi Suakata

Ilustrator               : palembang.tribunnews.com