Gara-gara Samsung Galaxy Note 9!

1
302

Semua ini gara-gara iklan Samsung Galaxy Note 9!

Iklan dengan durasi kurang dari satu menit itu berhasil menyihir orang yang menontonnya. Bukan karena produk yang mereka tawarkan, bukan. Tapi lagu yang mengiringinya.

Satu kali, dua kali. Penonton masih bisa hidup tenang. Hingga kemudian frekuensi kemunculan iklan ini di televisi semakin sering. Pagi, siang, sore dan malam sang penonton akan dihiasi oleh iklan ini lengkap beserta sang lagu soundtrack-nya. Hingga merasuk ke alam bawah sadar dan tidur pun menjadi tak nyenyak. Karena penasaran.

Akhirnya lagu ini terus terngiang-ngiang, membuat gundah gulana dan makan tak selera. Kegundahan ini harus diakhiri, maka Google menjadi solusi.

OK Google! Soundtrack iklan Samsung Galaxy Note 9”. Begitulah cara mencari lagu apa dan lagu siapa sebenarnya ini, di kolom pencarian Google.

Segala puji bagi Allah, misteri terpecahkan, tak begitu sulit ternyata si dia untuk ditemukan. Dengan kerja yang tidak begitu keras, akhirnya diketahui lagu itu berjudul “Thunderclouds” dan dinyanyikan oleh supergrup yaitu LSD; Labrinth, Sia, Diplo.

Ternyata, setelah mengetahui lagu ini dan berhasil mendapatkannya pada music player di handphone, membuat hidup semakin kacau. Lagu ini benar-benar terlalu asik untuk diputar hanya sekali. Komposisi suara Labrinth dan Sia yang dipadukan dengan musik yang diracik oleh Diplo adalah benar-benar masterpiece.

Suasana pop-dance yang sangat kental. Membuat mood-mu berubah menjadi lebih light dan relax. Dan kamu benar-benar harus menggunakan headset, atau earphone, atau headphone, atau sound-system, atau alat apapun terserah, yang bisa membuat detail musik ini menjadi lebih jelas.

Well, a little bit for your information. Biar pun musik dari lagu ini terdengar happy-song, arti dan makna dari lagu ini justru mellow. Dia bercerita tentang krisis kepercayaan dalam suatu hubungan, tapi mereka yakin masa-masa krisis akan bisa dilewati seperti awan yang berlalu. That’s why lagu ini berjudul “Thunderclouds” yang berarti badai awan dan cara bernyanyi Sia dan Labrinth seperti saling menjawab. Sayangnya di sini bukan bedah makna, tapi bedah rasa.

Terserah mau kau baca ini dulu baru mendengarkan lagunya, atau mendengar lagunya dulu baru membaca ini. Sesekali kau harus mendengar lagu sambil memejamkan mata, membiarkan sel-sel musik masuk ke dalam dirimu.

Let them pop up your world!

Thunderclouds

By: LSD

[Verse 1: Sia]

All I need is one

One old man is enough

Babe, you gotta

Just turn your fears into trust, to trust

Memasuki lagu ini kita disambut dengan suara khas milik Sia, dengan hanya diiringi oleh suara gitar dan ketukan sederhana yang akan membuat rileks bahu kamu hanya untuk sekedar naik dan turun.

Pada bait “Babe, you gotta..”, Sia dengan sempurna mengartikulasikannya, membuat si pendengar yang mendengar menggunakan headset akan terbuai untuk mendengar lebih jauh kelanjutannya. Dan membuat iri kenapa si Sia bisa mengeluarkan bunyi semacam itu dari mulutnya. Undangan yang sangat lembut, berhasil.

[Pre-Chorus: Sia & Labrinth]

Where did love go?

When all is said and done

(Hey now put your hands in the air

I’ma go through your stuff)

Where did the love go?

Put the running into run

(You’re asking me to stay

But I never met a girl I could trust)

Tekanan ditambahkan saat lagu memasuki bait “where did love go..” dan diiringi suara Labrinth yang masih samar tapi mengunci nada setelah Sia menyelesaikan bait demi bait.

Jika tadi hanya bahumu yang naik dan turun, sekarang tanganmu juga akan mulai menari-nari setidaknya ke atas dan ke bawah, atau terserah setiap orang memiliki gerakan noraknya masing-masing saat mendengar lagu. Jika detak pada awal lagunya berkisar pada 50%, pada bait ini meningkat pelan tapi pasti. 60%-70%-85%-90%….

[Chorus: Labrinth]

You’re sayin’ those words like you hate me now (wo-oah)

Our house is burning when you’re raised in hell (wo-oah)

There in the ashes your soul cries out (a-a-ah)

But don’t be afraid of these thunderclouds

These thunderclouds, oh, no

These thunderclouds, oh, no, no

And Welcome! 100%! Suara Labrinth berhasil membuka tensi 100% pada lagu ini. Instrumen bertambah meriah dengan drum dan trompet. Atau saksofon? Ah entahlah. Pendengar akan sampai di tingkat terkunci dan jatuh cinta. Suara serak milik Labrinth datang dengan penuh power membawakan bagian chorus lagu. Hmm seperti apa yah? Suaranya ibarat ombak dengan ketinggian dua meter datang menerjang, dan kamu tidak bisa tidak basah!

Dan bagian terbaik akan terdengar di bagian “…the ashes your soul cries out”. Suara Labrinth terdengar sangat rock saat mengucapkan kata “ashes” dan diakhiri dengan sangat smooth di kata “cries out”. Baiklah, ini mulai berlebihan untuk ukuran suara seseorang. I mean, oh damn you Labrinth! Your voice!

Disaut oleh suara teriakan Sia yang hanya (wo-oah) tapi terdengar sangat pas dan ear-catchy. Si Sia ini memang juara teriak-teriak tapi enak. Alhasil, jadilah suara mereka komposisi yang fantastis. Di level ini kamu tidak bisa hanya sambil duduk, kamu pasti mulai bangkit berdiri dan mulai berputar-putar. Berlaga bak artis di depan penonton yang hanya diri sendiri di depan cermin. You will dance from head to toe!

Bait “…These thunderclouds, oh, no” dinyanyikan bersama dan me-mantain ritme dan good mood musik pada tensi yang tinggi, untuk masuk mendengar sihir dari suara Labrinth pada bait selanjutnya. Tersesatlah kamu lebih jauh.

 [Verse 2: Labrinth]

All I need is love (da-dum, dum, dum)

All I need is a word (da-dum, dum, dum)

All I need is us (da-dum, dum, dum)

You turned nouns into verbs, to verbs

Benarkan? Kurang ajar si Labrinth. Dia menjaga mood lagu tetap menyenangkan. Menyombongkan teknik bernyanyinya pada bagian “…all I need is us”. Dan jangan kamu sangka “da-dum, dum, dum” di ujung bait tidak ada gunanya. Dia racun. Membuat suasana musik menjadi asik dan santai, atau kalau kata anak MTV Ampuh so passionate and so chilled.

 [Pre-Chorus: Labrinth & Sia]

Where did love go?

When all is said and done

(Hey now put your hands in the air

I’ma go through your stuff)

Where did the love go?

You put the running into run

(You’re asking me to stay

But I never met a man I could trust)

Masih suara Labrinth. Kali ini gantian, suara Sia yang mengisi backing vocal samar-samar. Bait ini mengantarkan musik pada chorus yang kedua, yang diisi oleh Sia. Mereka menurunkan tensi lagu secara bertahap dan pelan-pelan, tanpa mengurangi mood lagu. Kalau kamu simak baik-baik, ada pemanis “Hey yeah!” dari Labrinth di ujung bait setelah dia selesai bernyanyi, seolah berbicara: Okay Sia, your turn. Ih, cantiknyaaa.

 [Chorus: Sia & both]

You’re sayin’ those words like you hate me now (wo-oah)

Our house is burning when you’re raised in hell (wo-oah)

Here in the ashes your soul cries out (a-a-ah)

But don’t be afraid of these thunderclouds

These thunderclouds, oh, no

These thunderclouds, oh, no, no

These thunderclouds, oh, no

These thunderclouds, oh, no, no

Chorus terakhir sebagai penutup lagu ini. Sia membawakannya dengan lebih santai dibanding dengan bagaimana Labrinth menyanyikannya saat pertama tadi. Dan juga Sia, dia juga sedikit memberikan sentuhan teknik vokal pada kata “cries out”. Kenapa sih suara si Sia? Why gitu why bisa.

Kamu akan bisa merasakan salam perpisahan pada bait ini. Pertanda bahwa lagu akan segera berakhir.

 [Outro: Sia]

These thunderclouds

These thunderclouds

These thunderclouds

Ohhh~

Dan bait yang terus diulang dengan suara Sia yang mendominasi menjadi salam perpisahan yang sangat lembut dan berkesan. Hingga akhirnya lagu ini benar-benar selesai dan wassalam!

Kamu akan mengulang lagi ini dan memencet tombol “REPEAT ONE”.

Penulis : Dwi Impiani

Editor : Dian Nugraha