BUAT KAMU YANG BELUM TAU KIAI MAIMOEN ZUBAIR, WAJIB BACA INI

0
137

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Sekitar pukul 9 pagi tadi, ada kabar duka yang datang dari tanah suci Mekah. Seorang ulama karismatik K.H Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen telah wafat pada usia yang ke 90 tahun. Kabar ini datang dari Waketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi kepada detik.com.

Pembaca Suakata, siapa yang belum mengenal Mbah Moen?

Maimun Zubair dilahirkan di daerah Sarang, Rembang, Jawa Tengah pada tanggal 28 Oktober 1928, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Sejak kecil ia terbiasa mendapatkan ilmu agama dari ayahnya yang juga seorang ulama. Ia adalah Kiai Zubair, yang juga seorang murid dari ulama besar Syekh Said al-Yamani dan Syekh Hasan al-Yamani al Makky.

Setelah cukup dari ayahnya, Mbah Moen kecil lalu belajar ke pesantren Lirboyo Kediri di bawah asuhan Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki Dahlan. Tak cukup di Indonesia, pada usia 21 tahun ia juga sampai berkelana ke Mekah mencari ilmu. Di Mekah ia juga ditemani oleh kakeknya yaitu Kiai Ahmad bin Syuaib.

Mbah Moen di Mekah banyak belajar agama ke ulama-ulama besar seperti Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam Hasan al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, Syekh Abdul Qodir al-Mandaly dan banyak ulama lainnya. Di Indonesia ia juga belajar kepada Kiai Baidhowi, Kiai Ma’shum Lasem, Kiai Bisri Musthofa (Rembang), Kiai Wahab Hasbullah, Kiai Muslih Mranggen (Demak), Kiai Abdullah Abbas Buntet (Cirebon) dan banyak ulama masyhur lainnya.

Selain pengabdiannya kepada agama dan masyarakat dalam urusan agama, ia juga pernah menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Selesai menjadi anggota dewan, ia kembali memusatkan perhatiannya unntuk mengurus pondok pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang. Tapi ternyata disela kesibukannya berkonsentrasi mengurus pesantren, ia kembali diminta untuk menjadi anggota MPR RI perwakilan Jawa Tengah hingga tiga periode lamanya.

Tokoh yang sangat dihormati dan sempat dihina

Luhurnya ilmu dan karismatika membuat Mbah Moen sering mendapat sorotan dalam kegiatan politik terutama pemilu kemarin. Beliau dekat dengan kedua tokoh terbaik bangsa yang sedang bersaing kemarin, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Keduanya juga sangat hormat dan sempat sowan kepada tokoh Nahdlatul Ulama ini.

Sosok yang sangat dihormati oleh banyak tokoh inipun tak luput dari serangan netizen. Tahun 2016 lalu, Mbah Moen sempat dihina oleh seorang ibu rumah tangga bernama Syaibah Mawal lewat akun Facebook-nya. Postingan hinaan itu dibuat Syaibah karena tidak bisa menerima sikap Mbah Maimoen atas kasus Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. Setelah viral, Syaibah segera meminta maaf langsung kepada Mbah Moen di Rembang.

Kini, K.H Maimoen Zubair telah berpulang. Ia wafat setelah subuh, di tanah yang dirindukan umat muslim seluruh dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Insya Allah beliau khusnul khotimah. Aamiin.

 

Penulis    : Redaksi Suakata
Editor      : Impiani
Ilustrasi  : cdn2.tstatic.net