BANGKRUT

0
123

Dalam suatu majelis, Nabi Muhammad SAW pernah bertanya kepada sahabat-sahabatnya, “Tahukah kalian siapa yang bangkrut itu?”

Lalu para sahabat Menjawab, “Bagi kami yang bangkrut itu adalah orang yang kehilangan hartanya dan seluruh miliknya”.

“Tidak” kata Rasulullah. “Yang bangkrut itu adalah orang yang datang pada Hari Kiamat dengan membawa pahala dari shaumnya , pahala zakat, dan hajinya, tetapi ketika pahala-pahala itu ditimbang datanglah orang mengadu,”

“Ya Allah, dahulu orang itu pernah menuduhku berbuat sesuatu padahal aku tidak pernah melakukannya”.

Kemudian Allah menyuruh orang yang diadukan itu untuk membayar orang itu dengan sebagian pahala dan menyerahkannya kepada orang yang mengadu tersebut.

Kemudian datang lagi orang yang mengadu sampai seluruh pahala shalat, haji, dan shaumnya itu habis dipakai untuk membayar orang yang pernah Dirampas haknya, yang pernah disakiti hatinya, yang pernah dituduh tanpa alasan yang jelas. Semuanya dia bayarkan sampai tidak tersisa lagi pahala amal salehnya. Tetapi orang yang mengadu masih juga datang. Maka Allah memutuskan agar kejahatan orang yang mengadu dipindahkan kepada orang itu.

Kata Rasulullah selanjutnya, “Itulah orang yang bangkrut di Hari Kiamat, yaitu orang yang rajin menjalankan ritual-ritual, upacara-upacara ibadah (shalat, shaum, zakat, dan lain sebagainya) tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik. Dia merampas hak orang lain dan menyakiti hati mereka.

Penulis                    : Redaksi Suakata

Editor                      : Redaksi Suakata